Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Catatan Warga

Jurnal Kota: Catatan Kecil dari Sudut Alun-Alun dan Debu Jalanan

7
×

Jurnal Kota: Catatan Kecil dari Sudut Alun-Alun dan Debu Jalanan

Share this article

16 Januari 2026

Pagi ini, kabut tipis masih menggantung di atas atap-atap gedung militer sepanjang jalan Gatot Subroto. Saya memutuskan untuk menepi sebentar di sekitaran Alun-alun Cimahi sebelum memulai rutinitas. Ada pemandangan yang selalu menarik untuk diamati di sini: pertemuan antara mereka yang terburu-buru mengejar waktu dan mereka yang justru sedang berdamai dengan keadaan.

ads
Example 300x600
Catatan Kecil dari Sudut Alun-Alun dan Debu Jalanan

Di satu sudut, saya melihat seorang bapak dengan motor tuanya, berhenti sejenak untuk mengecek ban yang sepertinya kurang angin. Di sisi lain, deretan angkot hijau menunggu penumpang dengan sabar, sementara para pedagang mulai menggelar lapaknya di trotoar yang masih basah sisa hujan semalam.

Dinamika yang Paradoks

Cimahi seringkali terasa paradoks. Kita adalah kota militer yang dikenal tegas dan disiplin, namun di saat yang sama, kita adalah masyarakat yang cair dan sangat komunal. Lihat saja bagaimana warga Cimahi Selatan berinteraksi di pasar, atau bagaimana anak-anak muda di Cimahi Utara menyulap garasi rumah menjadi kedai kopi yang penuh kreativitas.

Ada energi yang besar di kota seluas 40 kilometer persegi ini. Namun, tak jarang energi itu tersendat di titik-titik kemacetan yang seolah menjadi “ritual wajib” harian kita.

Realitas yang Tak Muncul di Headline

Dalam jurnal hari ini, saya tidak ingin bicara soal angka statistik pembangunan atau rilis resmi pemerintah. Saya lebih tertarik pada hal-hal kecil yang sering luput:

  • Bagaimana aroma cuanki yang khas saat sore hari di Sangkuriang bisa sedikit mengobati lelah setelah kerja.
  • Tentang sorot mata para pencari kerja yang setiap hari memeriksa papan pengumuman atau layar HP mereka dengan penuh harap.
  • Tentang kehangatan sapaan antar tetangga di gang-gang sempit yang justru jadi perekat sosial yang paling kuat.

Catatan Akhir

Menjadi bagian dari Cimahi berarti belajar untuk mencintai ketidakteraturan yang teratur. Kita mungkin bukan kota metropolitan dengan mal-mal megah, tapi kita punya nyawa yang tidak dimiliki kota lain.

Jurnal hari ini sederhana saja: Cimahi adalah tentang kita yang terus berjuang, terus bergerak, dan tetap menjaga kewarasan di tengah hiruk pikuknya. Besok mungkin ada tantangan baru, tapi selama kita masih bisa menyeruput kopi hangat di pinggir jalan dan bertukar kabar, kota ini akan selalu baik-baik saja.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *