Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Catatan Warga

Nostalgia di Balik Tembok Tua: Menelusuri Jejak Sejarah yang Masih Hidup di Cimahi

22
×

Nostalgia di Balik Tembok Tua: Menelusuri Jejak Sejarah yang Masih Hidup di Cimahi

Share this article

Bagi siapa pun yang pernah melintasi jalanan Cimahi, pemandangan bangunan berarsitektur kolonial dengan jendela besar dan atap tinggi tentu bukan hal asing. Cimahi adalah laboratorium sejarah yang masih bernapas. Di sini, setiap sudut jalan seolah memiliki cerita tentang masa lalu yang membentuk wajah kota hingga hari ini.

nostagia cimahi

Jejak Militer yang Melegenda

Sejak ditetapkan sebagai pusat militer oleh pemerintah kolonial Belanda, Cimahi telah memiliki karakter yang kuat. Gedung-gedung seperti Rumah Sakit Dustira yang bersejarah, atau deretan barak yang masih terawat rapi, bukan hanya sekadar bangunan mati. Mereka adalah saksi bisu transisi Cimahi dari sebuah pos militer sunyi menjadi kota mandiri yang dinamis.

ads
Example 300x600

Berjalan-jalan di sekitar Jalan Baros atau kawasan Gatot Subroto memberikan sensasi tersendiri. Ada perpaduan antara disiplin militer yang kaku dengan keramaian khas urban. Namun, di balik itu semua, Cimahi tetap menawarkan sisi emosional yang mendalam bagi warganya.

Merasakan “Jiwa” Kota

Banyak yang bertanya, apa yang sebenarnya membuat orang betah tinggal di kota yang tidak terlalu luas ini? Jawabannya seringkali bukan pada kemegahan infrastrukturnya, melainkan pada suasana batin yang ditawarkannya. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan saat kita melihat matahari terbenam di balik bayang-bayang gedung tua atau saat mendengar suara lonceng gereja dan azan bergantian di kejauhan.

Pengalaman reflektif inilah yang sering dituangkan dalam catatan pinggir kota Cimahi antara hiruk pikuk panser dan kedamaian yang tersembunyi. Sebuah narasi yang menggambarkan betapa kontrasnya kehidupan di sini: di satu sisi kita melihat ketegasan kota tentara, namun di sisi lain kita merasakan kehangatan sebuah rumah yang damai.

Melindungi Identitas di Tengah Modernisasi

Seiring dengan bertumbuhnya gedung-gedung modern dan pusat perbelanjaan, menjaga “ruh” Cimahi menjadi tugas kita bersama. Menghargai sejarah bukan berarti menolak kemajuan, melainkan membawa nilai-nilai lama—seperti ketertiban dan rasa persaudaraan—ke dalam kehidupan modern yang serba cepat.

Cimahi akan selalu menjadi kota yang unik. Ia adalah perpaduan antara kenangan masa lalu dan harapan masa depan. Bagi kita yang menyebutnya rumah, setiap tembok tua adalah pengingat bahwa kita adalah bagian dari sejarah besar yang masih terus ditulis.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *