Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lifestyle

Pulang ke Diri Sendiri: Mengapa Kita Butuh ‘Me Time’ Tanpa Gadget

14
×

Pulang ke Diri Sendiri: Mengapa Kita Butuh ‘Me Time’ Tanpa Gadget

Share this article

Pernahkah kamu merasa benar-benar lelah, padahal tidak sedang mengerjakan tugas fisik yang berat? Kelelahan itu seringkali datang dari pikiran yang terus-menerus “menyala”. Kita terbiasa terpapar arus informasi yang tidak ada habisnya. Dari saat mata terbuka hingga akan terlelap, layar ponsel seolah menjadi jendela utama kita melihat dunia.

Namun, di tengah hiruk pikuk itu, kita seringkali lupa untuk menengok ke dalam rumah kita sendiri: yaitu hati dan pikiran kita.

ads
Example 300x600

Menikmati Keheningan yang Mewah

Di zaman sekarang, keheningan telah menjadi barang mewah. Kita seringkali merasa gelisah jika tidak ada suara musik, televisi, atau suara orang berbicara di latar belakang. Padahal, keheningan adalah ruang di mana kejujuran tumbuh.

Saya ingat minggu lalu, saya sengaja meninggalkan ponsel di rumah dan pergi berjalan kaki ke taman kota. Awalnya, ada perasaan cemas yang aneh—takut ketinggalan kabar atau pesan penting. Tapi setelah lima belas menit berjalan, kecemasan itu berganti dengan rasa lega. Saya mulai memperhatikan warna langit yang perlahan berubah, suara burung yang biasanya terabaikan, dan napas saya sendiri yang mulai teratur.

Momen seperti ini mengingatkan saya pada tulisan sebelumnya tentang tentang secangkir kopi dan dialog yang belum selesai, di mana jeda bukan berarti berhenti, melainkan cara kita menyimak apa yang selama ini terlewatkan.

Dialog Tanpa Kata

Ada sebuah kekuatan dalam dialog internal yang dilakukan tanpa gangguan teknologi. Saat kita berdiam diri, kita tidak sedang melamun kosong. Kita sedang memproses emosi, memilah ide yang menumpuk, dan yang paling penting: mengapresiasi diri sendiri.

“Me time” tidak harus berarti pergi ke spa mahal atau liburan jauh. “Me time” yang paling efektif adalah ketika kita mampu mencabut diri sejenak dari ekspektasi orang lain dan dunia digital. Itu bisa berupa duduk tenang di teras rumah, menyiram tanaman, atau sekadar memandangi hujan turun tanpa niat untuk memotretnya dan mengunggahnya ke media sosial.

Menemukan Ritme Kembali

Pulang ke diri sendiri adalah cara kita menyetel ulang frekuensi hidup. Setelah “pulang”, biasanya kita akan kembali ke rutinitas dengan energi yang lebih jernih dan fokus yang lebih tajam. Kita tidak lagi sekadar bereaksi terhadap apa yang terjadi di luar, tetapi bertindak berdasarkan apa yang kita yakini di dalam.

Jadi, untukmu yang sedang merasa jenuh, cobalah untuk “hilang” sebentar. Taruh ponselmu, seduh minuman favoritmu, dan izinkan dirimu untuk hanya menjadi manusia—tanpa perlu terlihat produktif atau keren di mata orang lain.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *