Pagi hari sering kali menjadi “medan perang” bagi para ibu. Antara membangunkan anak, menyiapkan seragam, dan tantangan terbesar: membuat bekal sekolah yang tidak hanya sehat, tapi juga akan dimakan habis oleh si kecil. Sering kali, kotak bekal pulang dalam keadaan masih utuh, dan itu tentu membuat frustrasi.
Padahal, asupan gizi di sekolah sangat menentukan konsentrasi belajar anak. Agar bekal tak lagi bersisa, berikut adalah strategi jitu yang bisa Anda coba minggu ini.

1. Prinsip Gizi: “Piringku” Bukan Sekadar Nasi
Jangan hanya fokus pada porsi yang banyak. Pastikan komposisi bekal mengikuti kaidah gizi seimbang. Karbohidrat (nasi/roti/kentang) penting untuk energi, tetapi protein (telur/ayam/ikan) dan serat (sayur/buah) adalah kunci pertumbuhan otak dan fisik.
2. Libatkan Anak Menyusun Menu
Sering kali anak menolak makan karena mereka merasa tidak memiliki pilihan. Di akhir pekan, ajak mereka berdiskusi: “Kakak hari Selasa mau bawa ayam teriyaki atau telur gulung?” Ketika mereka memilih sendiri, rasa tanggung jawab untuk menghabiskannya akan lebih besar.
3. Tampilan Visual Adalah Koentji
Anak-anak makan dengan mata mereka terlebih dahulu. Wortel yang dipotong bentuk bunga atau nasi yang dicetak bentuk beruang bisa meningkatkan selera makan secara drastis dibandingkan nasi yang ditaruh sembarangan. Anda tidak perlu menjadi seniman bento profesional, cukup gunakan cetakan sederhana yang banyak dijual di pasaran.
4. Sembunyikan Sayur (Jika Perlu)
Jika anak Anda termasuk picky eater yang anti-sayur, jangan memaksanya makan tumis kangkung utuh. Coba “sembunyikan” bayam cincang di dalam telur dadar, atau parutan wortel di dalam nugget ayam buatan sendiri. Rasa sayurnya tersamar, namun nutrisinya tetap masuk.
5. Jangan Lupakan Hidrasi
Sering kali anak sulit konsentrasi bukan karena lapar, tapi karena dehidrasi ringan. Selalu sertakan botol air minum yang menarik, atau tambahkan buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka atau jeruk dalam bekal mereka.
Untuk panduan lengkap mengenai takaran gizi harian yang tepat sesuai usia anak, Anda bisa merujuk pada artikel kesehatan tepercaya dari Hello Sehat, yang mengulas detail kebutuhan kalori dan nutrisi mikro untuk anak usia sekolah.
Menyiapkan bekal sehat adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kecerdasan anak. Tidak perlu mewah, yang penting diolah dengan cinta dan kreativitas. Selamat mencoba!















