CIMAHI, INFOCIMAHI.ID – Sebelum era multiplex di dalam mal merajai gaya hidup urban, Kota Cimahi pernah memiliki ikon hiburan yang tak lekang oleh waktu: Bioskop Rio. Terletak strategis di kawasan Alun-alun Cimahi, gedung ini bukan sekadar tempat menonton film, melainkan simbol modernitas warga Cimahi pada masanya.
Arsitektur yang Melampaui Zaman
Dibangun pada tahun 1937, Bioskop Rio mengusung gaya arsitektur Art Deco yang sangat populer di era kolonial. Fasad bangunannya yang melengkung dengan jendela-jendela vertikal memberikan kesan megah. Bagi warga yang melintas di Jalan Pabrik Aci, tulisan “RIO” yang terpampang besar di bagian atas gedung menjadi pemandangan yang ikonik.
Pada masa kejayaannya, bioskop ini menjadi tempat berkumpulnya berbagai kalangan. Mulai dari tentara Belanda, keluarga elit, hingga warga lokal yang rela mengantre panjang demi menyaksikan film-film hitam putih hingga film India dan Mandarin yang sempat booming di era 70-an dan 80-an.
Menolak Lupa Jejak Hiburan Rakyat
Sayangnya, seiring dengan menjamurnya teknologi VCD, DVD, dan bioskop modern di mal-mal besar, Bioskop Rio harus menyerah pada keadaan. Tirai merah yang megah dan proyektor analognya kini tinggal kenangan. Bangunan tersebut kini telah beralih fungsi menjadi pusat niaga, meskipun struktur aslinya masih berusaha dipertahankan sebagai bagian dari cagar budaya.
Mengenang Bioskop Rio adalah cara kita menghargai bagaimana hiburan dibentuk di Kota Militer ini. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh mengenai peta perfilman di masa lalu, jangan lewatkan ulasan lengkap mengenai nostalgia bioskop tua di Cimahi: jejak hiburan warga tempo dulu yang kini tinggal kenangan.
Menjaga Warisan yang Tersisa
Kini, meski suaranya tak lagi bergemuruh oleh sorak-sorai penonton, fisik bangunan Rio tetap berdiri sebagai saksi bisu perkembangan kota. Upaya pelestarian melalui status cagar budaya diharapkan mampu menjaga agar generasi mendatang tetap mengenal bahwa Cimahi pernah memiliki bioskop dengan cita rasa kelas dunia di masanya.









