Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Catatan Warga

Catatan Pinggir Kota: Cimahi, Antara Hiruk Pikuk Panser dan Kedamaian yang Tersembunyi

24
×

Catatan Pinggir Kota: Cimahi, Antara Hiruk Pikuk Panser dan Kedamaian yang Tersembunyi

Share this article

Ada sebuah ritme yang hanya dipahami oleh mereka yang tumbuh besar di Cimahi. Sebuah kota yang seringkali hanya dianggap sebagai titik kecil di peta Jawa Barat, terjepit di antara kemegahan Bandung dan industri Padalarang. Tapi bagi kita, Cimahi adalah tentang bunyi terompet dari pusat pendidikan militer di pagi buta, deru mesin panser yang sesekali lewat di jalan utama, dan aroma hujan yang jatuh di atas aspal jalanan berbukit.

 catatan pinggir kota

Berjalan kaki di sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga ke arah Dustira, kita seperti ditarik kembali ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda masih berdiri kokoh, memberikan kesan bahwa waktu seolah berjalan lebih lambat di sini. Namun, di balik wajah “serius” sebagai kota militer, Cimahi menyimpan sisi lembut yang seringkali terlupakan oleh warganya sendiri yang terlalu sibuk dengan rutinitas.

ads
Example 300x600

Mencari Napas di Sela Beton

Seringkali, kita merasa penat dengan kemacetan di area Tagog atau padatnya pemukiman di Cimahi Selatan. Di saat-saat seperti itulah, saya teringat bahwa hanya dengan berkendara beberapa kilometer ke arah utara, suasana kota bisa berubah drastis menjadi hamparan hijau yang menyejukkan mata.

Pernahkah Anda meluangkan waktu sejenak untuk benar-benar pergi ke perbatasan kota hanya untuk sekadar menghirup udara yang berbeda? Akhir pekan lalu, saya sempat merenung betapa beruntungnya kita. Saat orang dari luar kota harus bermacet-ria menuju Lembang, kita punya akses yang lebih dekat untuk menghirup udara segar rekomendasi wisata alam dan keluarga di sekitar Cimahi yang tersebar di sepanjang punggungan bukit utara. Di sana, suara bising knalpot digantikan oleh desir angin pohon pinus.

Kehangatan yang Sederhana

Kota ini memang tidak memiliki mal-mal megah dengan ribuan lantai. Tapi Cimahi punya sesuatu yang lebih berharga: rasa kebersamaan yang tumbuh di ruang-ruang publik yang sederhana. Kita bisa melihatnya di Alun-alun yang baru, di mana anak-anak berlarian tanpa beban, atau di kedai-kedai kopi kecil yang mulai tumbuh di gang-gang pemukiman.

Keindahan Cimahi bukan terletak pada gemerlap lampu neon yang menyilaukan, melainkan pada keheningan subuhnya dan kehangatan interaksi warganya saat malam tiba. Ada semacam rasa aman yang aneh ketika kita melihat lampu-lampu jalan mulai menyala, menandakan satu hari lagi telah terlewati di kota kecil yang tangguh ini.

Cimahi mungkin kecil, tapi bagiku, ia adalah rumah yang selalu menyediakan sudut untuk beristirahat. Entah itu di bawah pohon rindang di taman kota, atau di puncak bukit sambil memandang kelap-kelip lampu kota dari kejauhan.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *