Media memiliki posisi yang strategis dalam kehidupan masyarakat. Melalui berbagai platform, media menjadi penghubung antara peristiwa dan publik, antara informasi dan pemahaman. Cara sebuah isu disajikan tidak hanya memengaruhi apa yang diketahui publik, tetapi juga bagaimana publik memaknainya.
Dalam praktiknya, media tidak sekadar menyampaikan fakta. Pemilihan judul, sudut pandang penulisan, hingga urutan informasi turut membentuk cara pembaca melihat suatu peristiwa. Oleh karena itu, media memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan, akurasi, dan konteks dalam setiap pemberitaan.
Di tengah perkembangan media digital, tantangan tersebut semakin kompleks. Kecepatan sering kali menjadi prioritas utama, sementara pendalaman isu membutuhkan waktu dan kehati-hatian. Situasi ini menuntut media untuk tetap konsisten pada prinsip dasar jurnalistik, meskipun berada dalam tekanan arus informasi yang serba cepat.
Bagi publik, memahami peran media membantu membangun sikap yang lebih kritis. Pembaca yang sadar akan proses kerja media cenderung tidak langsung menerima informasi secara mentah. Mereka lebih terbuka untuk membandingkan sumber, membaca lebih dari satu sudut pandang, dan menilai informasi secara lebih objektif.
Kesadaran ini berkaitan erat dengan pentingnya literasi informasi, yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya tentang mengapa kemampuan memahami informasi menjadi kebutuhan dasar di era digital
👉 https://infocimahi.id/mengapa-literasi-informasi-menjadi-kebutuhan-dasar-di-era-digital/
Media dan publik sejatinya berada dalam hubungan yang saling memengaruhi. Media yang bertanggung jawab akan mendorong publik yang kritis, sementara publik yang kritis akan mendorong media untuk menjaga kualitasnya. Hubungan ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya ruang informasi yang sehat.
Dengan memahami peran media secara lebih utuh, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem yang menjaga kualitas percakapan publik. Informasi tidak berhenti pada apa yang dibaca, tetapi berlanjut pada bagaimana ia dipahami dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.





