Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Catatan WargaLifestyle

Saat Hujan Menjadi Napas bagi Mereka yang Berjuang

27
×

Saat Hujan Menjadi Napas bagi Mereka yang Berjuang

Share this article

Bagi banyak orang, mendung yang menggelayut di atas langit adalah sebuah gangguan. Ada janji pertemuan yang terancam batal, jemuran yang harus segera diangkat, atau sepatu mahal yang takut rusak terkena genangan air. Namun, di sebuah sudut trotoar yang basah, seorang bapak paruh baya menengadah ke langit. Baginya, mendung bukan ancaman; itu adalah undangan tulus dari Tuhan untuk menjemput rezeki.

Ketika rintik pertama menyentuh aspal, ia tidak lari mencari perlindungan. Sebaliknya, ia melangkah maju dengan semangat yang bergetar.

ads
Example 300x600

Kontras yang Menyayat Hati

Ada pemandangan yang menyentuh nurani setiap kali hujan mengguyur jalanan utama kota. Di satu sisi, para pengendara motor tampak panik, wajah mereka tegang saat berteduh di bawah jembatan layang atau emperan toko. Di sisi lain, sang penjual jas hujan darurat berdiri tegak dengan pakaian yang mulai lembap.

Tangannya yang gemetar karena dingin memegang erat bungkusan plastik kecil berisi jas hujan tipis. Ia mengasongkannya ke setiap motor yang lewat, menawarkan perlindungan dari air kepada orang lain, sementara ia sendiri membiarkan tubuhnya dipeluk udara dingin.

Pemandangan ini sering kali membuat kita tersadar, betapa relatifnya makna “musibah” dan “berkah”. Hal ini membawa kita kembali pada pemikiran tentang bagaimana kita menemukan kedamaian di balik riuh jalanan, di mana kebahagiaan seseorang terkadang justru hadir di saat dunia sedang terasa sulit bagi orang lain.

Segenggam Rupiah di Balik Plastik Tipis

Setiap jas hujan plastik yang berhasil terjual bukan sekadar transaksi dagang biasa. Di balik bungkusan plastik kecil itu, ada doa seorang istri yang menunggu di rumah, atau wajah anak-anak yang mungkin belum membayar uang sekolah. Jas hujan yang harganya tak seberapa bagi kita, bagi mereka adalah penyambung nyawa.

Ia tak peduli jika air hujan mulai meresap ke dalam pori-pori kulitnya. Baginya, rasa dingin itu kalah telak oleh hangatnya harapan bahwa malam ini ia bisa membawa pulang nasi hangat untuk keluarga. Hujan yang bagi kita adalah penghambat, bagi mereka adalah mesin penggerak hidup.

Belajar dari Ketegaran

Melihat perjuangan para penjual jas hujan di Cimahi mengajarkan kita tentang keteguhan. Bahwa hidup tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan, tapi hidup selalu memberikan jalan bagi mereka yang mau bergerak. Mereka tidak mengemis, mereka menawarkan solusi di tengah kepanikan orang lain.

Lain kali saat hujan turun dan kamu merasa dunia sedang tidak berpihak padamu karena bajumu basah, lihatlah ke arah mereka. Lihatlah senyum tulus yang muncul saat seseorang akhirnya membeli dagangannya. Di sana, kamu akan melihat bahwa hujan benar-benar adalah rahmat, asalkan kita mau melihatnya dengan mata hati yang jernih.

Sebab, di balik riuh tetesan air di atas genting, selalu ada suara syukur yang membumbung ke langit dari mereka yang mengais rezeki di bawah rintik hujan.

(Penulis: Kang Mul)

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *