Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lifestyle

Saksi Bisu di Persimpangan Jalan: Tentang Pohon Tua dan Bangunan yang Menolak Lupa

11
×

Saksi Bisu di Persimpangan Jalan: Tentang Pohon Tua dan Bangunan yang Menolak Lupa

Share this article

Pernahkah kamu berkendara membelah Kota Cimahi di malam hari, saat lampu jalan mulai berpendar kuning dan udara dingin mulai menusuk kulit? Di momen-momen sunyi seperti itu, bangunan-bangunan tua di sepanjang jalan Gatot Subroto atau barisan pohon mahoni yang menjulang tinggi seolah-olah ingin membisikkan sebuah cerita.

Kota bukan sekadar tumpukan beton dan aspal. Kota adalah ruang hidup yang menyimpan jutaan memori kolektif penghuninya.

ads
Example 300x600

Jejak yang Tertinggal di Sudut Kota

Setiap kali melewati kawasan militer yang tertata rapi, saya sering membayangkan berapa banyak perpisahan dan pertemuan yang telah disaksikan oleh tembok-tembok tinggi itu. Kita tumbuh besar bersama perubahan kota ini. Kita melihat sawah yang berubah menjadi pemukiman, atau angkutan umum yang warnanya perlahan memudar dimakan zaman.

Namun, di tengah segala modernitas yang merayap masuk, ada hal-hal yang tetap sama. Seperti rasa tenang saat kita menemukan kedai kecil yang masih menjual jajanan masa sekolah. Rasanya seperti menemukan harta karun di tengah hutan beton.

Hal ini mengingatkan saya bahwa setiap orang punya cara unik untuk merawat ingatannya, salah satunya melalui aroma kenangan di setiap suapan yang membawa kita kembali ke masa-masa paling sederhana dalam hidup.

Menghargai Waktu yang Berjalan

Kadang kita terlalu sibuk memandang ke depan, mengejar target dan ambisi, sampai lupa menoleh ke belakang. Padahal, bangunan-bangunan tua dan jalanan yang berlubang sekalipun adalah bagian dari identitas kita. Mereka mengajarkan tentang ketahanan—tentang bagaimana tetap berdiri tegak meski badai dan zaman terus berganti.

Menyusuri jalanan kota dengan perlahan, tanpa beban gadget di tangan, memberikan kita perspektif baru. Kita mulai menyadari bahwa keindahan tidak selalu ada pada gedung yang berkilau kaca, tapi pada detail-detail kecil: lumut di dinding tua, senyum tukang parkir yang ramah, atau bayangan pohon yang menari di bawah lampu merkuri.

Mari kita menjadi warga kota yang lebih peka. Bukan hanya sekadar menumpang lewat, tapi benar-benar mendiami dan mencintai setiap sudutnya. Karena pada akhirnya, kota ini adalah cermin dari siapa kita. Tempat di mana masa lalu, masa kini, dan masa depan berpapasan di persimpangan jalan yang sama.

Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *